Panasonic Ciptakan Kamera 12.1 Megapiksel Nan Cerdas

Berita Heboh  Tagged , , No Comments »

foto berita artikel

Panasonic telah mengembangkan sebuah kamera yang merupakan perpaduan bentuk dari compact dan model shoot, juga kamera SLR (Single Lens Reflex) yang besar. Kamera Lumix DMC-G1 memiliki interchangeable lens, sebuah fitur yang biasanya hanya ditemukan di kamera SLR, namun Panasonic telah melakukannya dengan bulky mirror dan prisma untuk digunakan dalam viewfinder SLR, sehingga cahaya akan datang melalui lensa DMC-G1 dan langsung mengarah ke sebuah sensor gambar.

Panasonic telah meluncurkan kamera Lumix DMC-G1, Jumat lalu di Tokyo dan akan ditampilkan lagi dalam acara Photokina minggu depan di Jerman. Kamera Lumix DMC-G1 nan cerdas ini juga akan hadir di Jepang, eropa, Amerika Utara mulai bulan Oktober dengan harga berkisar USD 800. Sedangkan untuk negara lainnya, akan menyusul setelah bulan Oktober. Kamera Lumix DMC-G1 ini dapat mengambil gambar yang lebih bagus dibandingkan kamera compact yang tidak menggunakan SLR.

Kamera compact memiliki lensa yang terpisah untuk viewfinder dan sensor gambar, yang berarti apa yang ingin dilihat user dalam viewfinder bukanlah apa yang ditangkap dari kamera. Sementara kamera SLR menggunakan satu lensa untuk viewfinder dan sensor gambar, ditambah cermin yang dapat ditarik masuk diantara lensa untuk merefleksiikan cahaya dalam prisma, dan ke dalam viewfinder sehingga user dapat mengatur shot gambar. Ketika tombol pengatur cahaya ditekan maka cermin akan keluar dan mengantarkan cahaya ke sensor gambar atau film di belakang kamera, kemudian merekam gambar.

Di bagian kanan lensa DMC-G1 terdapat sensor gambar 12.1 megapiksel yang menyediakan preview live dan capture gambar. Shot dapat diatur dengan menggunakan LCD atau melalui viewfinder yang memiliki resolusi panel LCD yang tinggi. Sumber : BERITANET

Intel Pasarkan Laptop Wimax

Komputer  Tagged , , , 1 Comment »

MEDIA INDONESIA

Intel akan memasarkan komputer jinjing (laptop) dengan fasilitas Wimax (Worlwide Interoperability for Microwave Access) dan Wi-fi untuk akses internet dan multimedia pada kuartal keempat 2008.

“Pada kuartal keempat 2008 kita akan siapkan Wimax. Kalau Wi-fi end sudah ‘embedded‘ dalam komputer jinjing, tapi untuk Wimax masih menggunakan kartu tambahan (optional),” kata Country Manager Intel Indonesia Corporation, Budi Waluyo Jati, pada acara peluncuran prosesor baru Intel Centrino 2 di Jakarta, Rabu (6/8).

Budi melanjutkan, pada semester pertama 2009, Intel baru akan memasarkan laptop dengan fasilitas Wi-fi dan Wimax secara ‘embedded‘.   Untuk di Amerika Serikat, Intel akan mulai memasarkan produk Wimax / Wi-fi terbarunya bagian dari seri Intel Wimax / WIfi Link 5050 yang merupakan fitur optional untuk laptop berbasis Intel Centrino 2 pada tahun ini.

Wimax adalah generasi ke-4 telekomunikasi (4G) yaitu teknologi nirkabel pita lebar berbasis protokol internet berkecepatan tinggi yang memungkinkan transfer data hingga 80 Megabite per detik (Mbps), jauh lebih cepat dari layanan internet berbasis layanan seluler generasi ke tiga (3G) yang hanya sekitar 2,4 Mbps.

Wimax juga memungkinkan jangkauan telepon dan internet yang lebih luas, dan tidak seperti Wi-fi yang menawarkan kemampuan untuk menyambungkan koneksi tanpa kabel ke berbagai lokasi di kota-kota, Wimax mampu memberikan sambungan untuk para penggunanya dimanapun mereka berada.

Budi mengatakan, Intel menggunakan standar Wimax internasional yaitu 16e (standar Wimax IEEE 802.16e) meskipun pemerintah kemungkinan akan menggunakan standar Wimax 16d (standar Wimax IEEE 802.16d)

Wimax standar 16e, katanya, lebih bagus dibandingkan Wimax standar 16d karena Wimax 16e bisa digunakan untuk perangkat Wimax tetap (fix), nomadik dan Wimax bergerak dibanding Wimax 16d yang hanya untuk Wimax tetap dan nomadik. “Secara global, penggunaan Wimax mengarah pada standar 16e,” kata Budi.

Country Manager Intel Indonesia itu menyayangkan apabila pemerintah nantinya menetapkan standar pemakaian perangkat Wimax 16d daripada Wimax 16e. “Akan tetapi pemerintah mungkin mempunyai pertimbangan tersendiri, misalnya untuk lebih mengembangkan industri telekomunikasi dalam negeri,” katanya.

Budi juga menyarankan agar pemerintah menetapkan penggunaan spektrum frekuensi Wimax pada kisaran 2,3 GHz karena kisaran spektrum tersebut relatif masih kosong dari pemakaian perangkat telekomunikasi saat ini.

Sumber : MEDIA INDONESIA


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in